Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Tuesday, January 27, 2015

Peringati Maulid Nabi, PK.PMII IAIN Banten Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa

Serang-Dalam rangka memperingati maulid Nabi SAW. Pengurus Komisariat PMII IAIN SMH Banten menggelar santunan anak yatim dan kaum dhuafa, Minggu (25/01).
Acara yang bertempat di mushola Nurussalam Rt 02 Rw vB lingkungan Ciwaktu Lor Ds. Sumur Pecung Kota Serang itu diikuti oleh puluhan anak yatim dan kaum dhuafa yang berada dilingkungan sekitar. Acara tersebut dihadiri pula oleh sejumlah warga dan kader-kader PMII serta senior-senior PMII.

Rahman Ahdori, Ketua Komisariat PMII IAIN "SMH" Banten, mengatakan bahwa peringatan maulid nabi ini adalah sebagai implementasi dalam menjaga tradisi serta menjalankan nilai-nilai keislaman yang diperintahkan Rasulullah.

Acara yang mengmbil tema "Tauladan Nabi, Saling Berbagi" itu, menurut pria yang akrab disapa Ariel, dilakukan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
"memperingati maulid melalui santunan dengan melibatkan masyarakat ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahim antara warga dan PMII", ujar Ariel.

Acara itu juga dihadiri oleh Dr. Wawan Wahyudin,.M.MPd, senior PMII yang juga dosen IAIN Banten. beliau menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa pergerakan haruslah tetap menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Aswaja.

Tanggapan yang baik pula diungkap oleh salah satu tokoh agama setempat saat memberi sambutan. "hal semacam ini semoga terus dapat dilakukan dan dapat menjadi rekomendasi untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya, mengingat mahasiswa sekarang haruslah lebih aktif terjun terhadap masyarakat", tukasnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Indra Irawan, sekjend PKC PMII Banten, ia mengatakan bahwa kegiatan semacam ini perlu dijadikan sebagai program tetap oleh PK PMII IAIN.
"Kegiatan semacam ini harus dilanjutkan bila perlu adakan semacam program kerja yang melibatkan masyarakat, kegiatannya diperhalus, diperbaiki, formulasinya seperti layaknya mahasiswa yang kuliah kerja nyata dimana itu bentuk pengabdian kepada masyarakat", ungkap Indra. (Nadia)

*PK PMII IAIN "SMH" Banten*

Thursday, November 13, 2014

PMII Banten Kecam Tindakan Refresif Oknum Aparat Kepolisian Terhadap Kader PMII Kota Serang

Ketua Umum PKC PMII Banten, Sulyantarudin, mengecam tindakan refresif aparat kepolisian terhadap kader PMII Kota Serang saat melakukan demonstrasi tolak kenaikan harga BBM bersama aliansi mahasiswa se Banten di depan gedung DPRD Provinsi Banten, Kamis, 13 November 2014.

Saat Mahasiswa berusaha masuk menerobos gedung DPRD Provinsi Banten, aparat kepolisian mengamankan dan menciduk dua kader PMII Kota Serang dengan bringas. "Kita, PKC PMII Banten, langsung mendapat laporan dari kader PMII Kota Serang bahwa yang diciduk dan langsung dibawa ke Polres Serang adalah Dandi Ridho, Ketum PC. PMII Kota Serang, dan Zenal, pengurus Komisariat PMII IAIN "SMH" Banten", ungkap Sulyantarudin.
"Kita mengecam tindakan refresif tersebut, semestinya pihak kepolisian tidak boleh menggunakan kekerasan dalam mengamankan aksi demonstrasi", imbuh Sulyantarudin.

Hal senada diungkapkan oleh A.Solahudin, Koordinator Biro Media dan Jaringan Publik PKC PMII Banten, pria yang akrab disapa Jayen itu juga mengecam tindakan aparat kepolisian. "Mengamankan sih mengamankan, tapi kalau sampe ada benturan fisik terhadap aktivis ya melanggar HAM dong", tukas Jayen.

"Demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM merupakan bentuk ekspresi mahasiswa dalam menyambung aspirasi rakyat, ini kok malah diciduk hingga dicekik oleh oknum aparat kepolisian", jelas Jayen.

Jayen juga mengatakan, jika terjadi dua
kader PMII Kota Serang yang diciduk mengalami luka fisik, PKC PMII Banten tidak akan tinggal diam dan akan menindak lanjuti persoalan ini. (Moch.)

Thursday, October 30, 2014

PKC PMII Banten Bicara Soal Kebangkitan Pemuda

Pemuda merupakan tonggak utama dalam sebuah perubahan bangsa, bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki pemuda berkualitas serta berkepribadian sosial tinggi. Dalam momentum sumpah pemuda saat ini, sebagai refleksi bagi kalangan muda-mudi Indonesia. Sumpah pemuda yang tergabung dari berbagai elemen disegala penjuru daerah pada tahun 1928 hendaknya dijadikan spirit persatuan dan kebangsaan.
Sulyantarudin, Ketua Umum PKC PMII Banten, menjelaskan bahwa spirit pergerakan pemuda ditanggal 28 Oktober 1928 harus diwarisi oleh kita sebagai generasi bangsa. "Kita warisi spirit nasionalismenya sebagai refleksi yang kemudian diejawantahkan melalui optimisme serta gerakan nyata pemuda di era reformasi seperti sekarang ini", ungkap Mastur saat diskusi di acara Refleksi Sumpah Pemuda PKC PMII Prov. Banten, Serang, 28  Oktober 2014.

Bersamaan dengan itu, A. Solahudin, memaparkan bahwa tantangan pemuda saat ini berbeda dengan era pada saat terjadinya sumpah pemuda di tahun 1928. Namun substansinya sama, nasionalisme. "Saat ini bangsa kita telah merdeka, peran pemuda sekarang adalah mewujudkan esensi kemerdekaan yang di cita-citakan", ujar pria yang akrab disapa Jayen itu. "Pada era liberalisasi di segala bidang seperti sekarang ini, kita sebagai pemuda harus mampu berkompetisi dengan meningkatkan kompetensi dan mengembangkan life skill, agar tidak tergerus oleh arus globalisasi", imbuhnya disaat diskusi sedang berlangsung. Jayen menganggap bahwa liberalisasi merupakan eranya pasar bebas, yang tentu pada kenyataannya Negara kita telah menjadi bagian atas itu, pemodal menjadi pemeran utama dalam merekayasa keadaan sosial-politik saat ini. "Pada lini-lini strategis yang menjadi status quo perubahan sosial telah dikuasai pemodal, dari mulai eksekutif, legislatif maupun yudikatif semuanya didominasi pemodal untuk menguatkan taringnya dalam mengeksploitir sumber daya alam di Indonesia. Sementara pemuda semakin tergerus perannya", tukas Jayen.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Jalil, berpendapat bahwa pemuda harus meningkatkan profesionalismenya di segala bidang. Tentu saja tetap menjadi sosial kontrol serta agen perubahan. "Sekarang, kita tingkatkan kualitas diri, serta fokus mengawasi kinerja pemerintahan dan berperan sebagai legitimasi akademik dalam setiap kebijakan, terlebih sekarang Kepemerintahan Indonesia baru", papar koordinator biro kaderisasi itu. Kader PMII Banten akan fokus meningkatkan profesionalisme, baik itu bidang pendidikan, ekonomi, politik, teknik industri, teknologi, pertanian dan sebagainya. "Dengan begitu, diharap kita bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia mandiri", imbuh Jalil. (Moch.)

Monday, October 27, 2014

Pelantikan PC PMII Kabupaten Serang: Ketum PKC Berharap Tingkatkan Kaderisasi

Serang-Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Banten, Sulyantarudin Ls, berharap kepada PC PMII Kabupaten Serang yang baru saja dilantik agar tingkatkan kaderisasi.

Menurut lelaki yang akrab disapa Mastur itu, peningkatan kaderisasi sama sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia. "Tidak akan ada peningkatan SDM tanpa jalankan kaderisasi dengan serius", paparnya saat memberikan sambutan acara pelantikan PC. PMII Kabupaten Serang yang digelar di Gedung Catur, Ciruas, Kabupaten Serang, 25 Oktober 2014.

Mastur menilai bahwa kabupaten Serang merupakan daerah yang sumber daya alamnya potensial dari segala hal, baik itu di bidang pertanian maupun industri. Hal itu menurutnya perlu dibarengi degan kualitas sumber daya manusianya.

"PMII mempunyai peran disegala aspek pembangunan, untuk itu, peningkatan SDM harus dicapai dalam rangka keterlibatannya dalam capaian pembangunan di Kabupaten Serang", tuturnya. "Untuk itu, kaderisasi formal maupun non formal harus digalakan, orientasi kaderisasi pun harus terarah", imbuh Mastur.

Di acara pelantikan tersebut, hadir juga Ucuy Masyhuri sebagai ketua  Majelis Pembina Cabang. Apa yang dikatakan Mastur, Ucuy juga membenarkan bahwa kaderisasi adalah ihwal fundamen yang harus dilakukan oleh PMII, terlebih untuk cabang kabupaten Serang. "PC. PMII kabupaten serang harus mencetak kader-kader PMII yang mempunyai dedikasi terhadap organisasi serta masyarakat Kabupaten Serang. Perbanyak kajian-kajian akademik sebagai dasar menjalankan fungsi-fungsi sosial sesuai dengan prinsip ahlussunnah waljama'ah", jelas Ucuy.

Ketua Umum PC PMII Kabupaten Serang masa khidmat 2014-2015, Lili Asnawi, mengatakan pihaknya juga akan melakukan apa-apa yang menjadi masukan Ketum PKC serta Ketua Mabincab. "Kaderisasi tentu kita perketat, menjadi fokus utama dalam kepengurusan kita", ungkapnya.

Lili juga menegaskan bahwa integritas dan komitmen pengurus sangat penting dalam mewujudkan cita-cita organisasi. Ia berharap kepada pengurus untuk sama-sama bekerja dalam menjalankan amanah organisasi. (Moch.)

Saturday, October 4, 2014

Ultah Banten: Ketum PKC PMII Banten Nilai Pembangunan Belum Merata

Beranjaknya usia provinsi Banten, banyak pihak memandang bahwa pembangunan di Banten belum merata. Hal itu juga di ungkapkan oleh Sulyantarudin, ketua umum PKC PMII Banten. Menurutnya, hingga usia yang ke empat belas tahun, pemerintah belum juga memberikan kado terbaik untuk masyarakat Banten.

"Semenjak berdirinya provinsi Banten pada tahun 2000 lalu, hingga saat ini tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan oleh masyarakat", jelas pria yang akrab disapa Mastur itu saat ditemui di kediamannya, Serang (04/10).

Ia juga memaparkan bahwa pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

"Bagaimana Banten bisa maju dan bersaing dalam percaturan nasional maupun internasional jika pembangunan yang dasar saja belum juga tuntas", ujarnya.

"Persoalan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan adalah persoalan klasik yang hingga kini belum terakses secara menyeluruh, belum lagi menyoal pengangguran", tambahnya.

Menurut Mastur, belum meratanya pembangunan di Banten akibat kurang adanya komitmen para pemangku kebijakan dalam membangun provinsi yang dulu dikenal sangat religius. Terlebih, banyak pejabat yang bermental korup.

"Komitmen merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh semua pihak yang merasa mempunyai kepentingan dalam membangun daerah, khususnya di Banten", tukasnya.

"PMII Banten akan konsisten dalam menjaga komitmen, sebagai organisasi kemahasiswaan, tentu PMII adalah salah satu agen bagi pembangunan provinsi Banten dengan terus mengawal dan memberikan sumbangsih tindakan maupun pemikiran demi maslahatnya masyarakat Banten", lanjutnya.

Ketua Umum PMII Banten itu juga mengungkapkan agar momentum hari lahirnya provinsi Banten ini dijadikan intropeksi bagi pemerintah serta masyarakat dengan tetap optimis meyakini bahwa Banten bisa berbenah. (Cak)

Friday, October 3, 2014

Jayen Muhammad: Rano Karno Harus Produktif

A.Solahudin (Jayen)
Pasca ditetapkannya Rano Karno sebagai (Plt) Gubernur Banten menggantikan gubernur sebelumnya, Hj. Ratu Atut Chosiyah, yang diberhentikan setelah didakwa karena kasus korupsi. A. Solahudin, pengurus PKC PMII Banten, menilai bahwa provinsi Banten sedang mengalami transisi politik yang harus segera dituntaskan oleh semua stakeholder terutama Rano Karno sebagai orang nomor satu di Banten. Menurutnya, kesadaran politik dalam membangun provinsi Banten harus dimiliki semua elemen pemerintahan, juga masyarakat Banten secara keseluruhan.

"Disadari atau tidak, didakwanya Atut atas kasus korupsi yang menjeratnya, dan naiknya Rano sebagai (plt) gubernur, tentu berimplikasi pada ketegangan politik di tanah kesultanan ini", tandas pria yang akrab disapa Jayen itu.

"penting kiranya Rano Karno menjalankan komunikasi politik dengan baik, jika tidak, kemungkinan besar kepemerintahannya tidak stabil, sehingga dalam menjalankan pembangunan di provinsi Banten menjadi tersendat", lanjutnya saat diskusi politik di sekretariat PKC PMII Banten, Serang, 03 Oktober 2014.

Jayen juga memaparkan (Plt) Gubernur harus produktif, canangan program kerja kedepan tentu harus berbasis development oriented.

"Orientasi pembangunan harus menjadi landasan fundamen bagi kepemimpinan Rano, sesuai dengan visi dan misi provinsi Banten dalam mewujudkan kesejahteraan sosial", paparnya.

Dalam momentum hari jadi provinsi Banten ini, 04 Oktober 2014, Jayen juga berharap agar kedepan Banten menjadi provinsi yang diperhitungkan, tidak malah sebaliknya, menjadi salah satu provinsi terkorup di Indonesia.

"Di usia Provinsi Banten yang sudah beranjak empat belas tahun ini, tentu kita berharap Banten bersih dari korupsi, ciptakan clean governmen, reformasi birokrasi serta pemerataan pembangunan di semua aspek", imbuhnya. (Ud)

Thursday, October 2, 2014

PC. PMII Kabupaten Serang Soroti Pelanggaran Waralaba

Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Serang menggelar aksi di depan kantor BPTPM Kabupaten Serang, (01/10). Dalam aksinya, mereka meminta agar pemerintah mencabut perijinan bagi waralaba yang melanggar peraturan.

Menurut Agus, selaku koordinator aksi, pelanggaran itu berkaitan dengan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2007 (pasal 4 ayat 1) tentang waralaba dan peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 tentang penataan waralaba di kabupaten Serang.
"Tidak sedikit waralaba yang melanggar peraturan itu, seharusnya, waralaba ditempatkan 500 meter dari pasar tradisional bukan malah berdekatan", ujar Agus saat berorasi. 
"Pelanggaran itu juga berdampak pada pembunuhan ekonomi kerakyatan", lanjutnya.

Indonesia mengusung sistem ekonomi kerakyatan. Hal itu telah dicederai oleh pelaku usaha yang mempunyai super power financial.
"Pemodal, selalu saja bertindak sewenang-wenang. Memonopoli usaha kerakyatan bahkan ketika melanggar peraturan pun pemerintah diam saja", ungkap Naman Kantata saat demonstrasi sedang berlangsung.

Mereka menilai ada unsur pembiaran oleh pemerintah, bahkan diduga ada oknum BPTPM yang bermain didalamnya.

Hal itu dikatakan oleh Lili, Ketua Umum PC. PMII Kabupaten Serang, ada indikasi keterlibatan oknum BPTPM dalam memonopoli usaha kerakyatan di Kabupaten Serang.

"BPTPM yang seharusnya mendorong dan mendukung penuh roda ekonomi kerakyatan malah seolah terlibat dalam memonopoli ekonomi kerakyatan di Kabupaten Serang. Mereka melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memberi ijin dan ruang gerak secara luas terhadap pelaku usaha waralaba yang melanggar", imbuh Lili saat diwawancarai.

PC. PMII Kabupaten Serang menuntut kepada pemerintah agar tegas dalam menjalankan peraturan serta melakukan verifikasi kembali terhadap waralaba yang ada di kabupaten serang baik itu perijinannya maupun tanggung jawab sosialnya (CSR). (Cak Solah)

Friday, June 6, 2014

PKC PMII Banten: Kongres XVIII Harus Sukses

Kongres PMII berjalan agak alot dan berliku. Pasalnya, kongres Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang dilaksanakan di Gor, Kota Baru Jambi berjalan kurang tertib. Seharusnya, acara kongres yang digelar sejak 30 Mei 2014 itu berakhir pada hari ini, Jum'at 05 Mei 2014. Namun hingga sekarang sidang belum juga usai.

Menurut salah satu panitia lokal, terhambatnya kegiatan dikarenakan ulah oknum dari beberapa daerah yang tampaknya ingin menggagalkan kongres dengan alasan tidak esensial. Hal itu menyebabkan terjadi beberapa kali bentrok fisik antar peserta kongres.

Ketua Umum PKC PMII Banten, Sulyantarudin Ls. mengatakan siap digarda terdepan dalam mengkawal kesuksesan kongres. "Kami siap mengawal dan mensukeskan kongres dengan kepala dingin tanpa tendensi apapun", ujarnya saat diwawancarai oleh tim redaksi. Ia juga mengatakan bahwa pentingnya menjaga integritas dan harmonitas dalam menyampaikan gagasan-gagasan besar di mahkamah tertinggi PMII.

Hal senada juga diungkapkan oleh A. Solahudin, salah satu pengurus PKC PMII Banten. Ia mengatakan pentingnya mengawal kesuksesan Kongres XVIII. "Kalau sampai ada yang membuyarkan forum cerdas (kongres-red), berarti dia bukan kader PMII", ujarnya.

"Kader PMII mesti cerdas dan bijak dalam mengisi dan menyampaikan wacana-wacana besar bagi kepentingan almamater PMII kedepan", lanjutnya. (Jm)

Tuesday, April 29, 2014

PMII Banten: Pemimpin Nasional Harus Menatap Kearifan Lokal.

Kepemimpinan yang ideal berangkat dari idealisme, pemimpin yang baik adalah ia yang berprinsip kokoh, bukan yang direkayasa citranya. Papar Ketua Umum PKC PMII Banten, Sulyantarudin, saat memberikan sambutan pada acara Simposium Nasional dan PKL PKC PMII Banten di aula PSBB Kota Serang, (24/04).

"Di momentum perpolitikan nasional saat ini, kita tidak boleh sembarang memilih atau mengusung figur, karena hal ini berkaitan dengan masa depan bangsa", paparnya.

Sulyantarudin menjelaskan bahwa bangsa ini membutuhkan pemimpin yang tegas, mempunyai prinsip kebangsaan dan mampu mengangkat kearifan lokal sebagai acuan dasar bagi pembangunan nasional baik dalam hal pendidikan, budaya ekonomi dan sebagainya.

"Liberalisasi global semakin mengikis kearifan lokal, jika kearifan lokal terkikis, maka kearifan nasional tidak akan pernah tercipta", tuturnya.

Sulyantarudin yang juga akrab disapa Mastur, berharap kepada peserta PKL dan seluruh kader PMII agar mampu mentelaah dan menatap kepemimpinan nasional yang ideal demi memajukan masa depan bangsa. Tela'ah itu berkaitan dengan jejak sejarah kepemimpinan, karakter kepemimpinan nasional di era Soekarno hingga SBY.

"Rasanya, sekarang ini liberalisasi makin sistemik, pasar bebas dan privatisasi BUMN sebagai aset negara makin menjauhkan ekonomi kerakyatan di Indonesia", jelas Mastur.

"PMII wajib mendorong kearifan ini, siapa yang menentang kearifan dan kedaulatan rakyat dengan melegalkan liberalisasi di Indonesia, maka itu yang harus kita lawan", tambahnya seraya menerangkan bahwa mitra PMII adalah mereka yang sungguh-sungguh memperjuangkan kedaulatan ekonomi, politik, pertahanan dan pendidikan dalam membangun kemandirian bangsa. (Jay)

Sunday, April 27, 2014

PMII Harus Kawal Isu SARA Menjelang Momentum Politik

Menjelang momentum politik nasional, PMII, sebagai organisasi kaderisasi yang berkewajiban untuk menjaga misi keislaman dan ke-Indonesia-an harus selalu mengkawal akan terjadinya isu-isu SARA. Ungkap Sony Madjid saat memberikan materi pada acara Simposium Nasional dan PKL PKC PMII Provinsi Banten yang diselenggarakan di gedung PKPRI Serang, 24-27 April 2014.

Propaganda mengenai sara, masih digunakan sebagai by desaign politik transnasional untuk mencampuri hajat politik bangsa Indonesia.

Menurut Sony, menyoal SARA masih menjadi persoalan yang relevan dan tentu berpotensi terjadi konflik, menyebabkan disintegrasi bagi bangsa. Kemajemukan bangsa Indonesia, merupakan ihwal yang mutlak, atas itu perlu sikap pluralitas dalam mengantisipasi potensi perpecahan yang akan terjadi dalam momentum politik nasional.

"Geo politik global mengubah cara pandang, mengkooptasi pemikiran kita agar masuk dalam skenario global", ujar Sony.

Masih menurut Sony, saat ini kader PMII disadari atau tidak sudah tergiring dalam maenstream yang sudah direkayasa oleh negara-negara maju yang berkepentingan. Semua fokus teralih pada "money politik", sementara lengah dalam mengkawal SARA.

Karena semua terfokus mengkawal anti money politik, implikasinya, konspirator leluasa meletupkan isu-isu SARA.

"Kasus syi'ah di Jawa Barat, Bandung, adalah contoh kelengahan kita", singgungnya.

"Sementara, menyoal money politik hingga saat ini tidak juga mampu terselesaikan", Tambahnya saat diskusi materi geo politik global. (Jayn)

Wednesday, December 18, 2013

PMII Banten Yakin Ratu Atut Juga Terlibat Kasus Korupsi Lain

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah mahasiswa dari Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Banten menggelar aksi potong rambut di depan kediaman Ratu Atut Chosiyah sebagai bentuk rasa syukur atas ditetapkannya gubernur Banten tersebut sebagai tersangka dalam kasus suap sengketa Pilkada Lebak.
Saat aksi berlangsung sempat terdengar teriakan teguran dari dalam rumah sang Gubernur kemudian disusul suara sesuatu yang ditendang dengan keras, namun para mahasiswa tetap meneruskan aksi mereka tersebut.
Dalam pernyataannya, PMII Banten mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Banten untuk tidak terlena dengan penetapan Atut sebagai tersangka.
"Kami yakin Atut tidak hanya terlibat dalam kasus itu (suap sengketa Pilkada Lebak), tapi juga berbagai kasus korupsi seperti kasus Alkes dan Bansos," ujar Ketua Bidang Keagamaan PKC PMII Banten, Mukhtar Anshari, Selasa (17/12/2013).
Namun ia mengapresiasi tindakan KPK yang berani menetapkan Atut sebagai tersangka. Ia juga berharap penetapan Atut sebagai tersangka dapat menjadi tonggak awal pemberantasan korupsi yang ada di Banten.
"Kami selama ini sangat kecewa dengan rezim (Atut) yang membuat rakyat Banten menderita," katanya.

Sumber: TRIBUN NEWS- http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/17/pmii-banten-yakin-ratu-atut-juga-terlibat-kasus-korupsi-lain

Sunday, December 1, 2013

PKC PMII Banten Akan Tetap Fokus Mengawal Pembangunan di Provinsi Banten

Meskipun masih tergolong muda provinsi Banten berdiri, baru berumur tiga belas tahun,  namun bagi Prof. Dr. H.MA. Tihami hal itu bukan menjadi sebuah alasan mengapa Banten masih banyak tertinggal dibanding dengan provinsi lainnya. "Nabi Muhammad saja membumikan islam di Mekkah hanya dalam jangka waktu sepuluh tahun, jadi mengapa Banten tidak mampu meniru tauladan kita semua selaku umat Islam", ungkap Mantan Rektor IAIN "SMH" Banten itu saat memberikan materi di acara Dialog Publik Pengurus Koorditor Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Provinsi Banten yang digelar di S.Rizki Kota Serang, (21/11/2013).

Profesor Dr. H.MA. Tihami yang dikenal sosok murah senyum  itu mengatakan, tersendatnya akselerasi pembangunan di provinsi Banten dikarenakan oleh beberapa hal, pertama, kualitas kepala Daerah yang kurang, sehingga dalam menyusun program pembangunan tidak terarah. kedua, natifikasi (kedisinian) yang kurang dimiliki oleh para pemangku kebijakan di provinsi Banten. "pemangku kebijakan kurang memiliki jiwa primordialisme, akibatnya mereka kurang serius dalam mensikapi persoalan-persoalan yang ada di Banten, oleh karena tidak mempunyai rasa memiliki terhadap Banten", tandasnya.

Acara dialog publik PKC PMII Banten yang dihadiri oleh kader PMII se-Banten juga OKP dan mahasiswa sebanten itu dihadiri pula oleh Abdul Malik, akademisi Unsera, hadir sebagai pembicara. Ia membenarkan apa yang telah diungkapkan oleh Prof. Dr. H.MA. TIhami. Dalam kacamata akademisi, Abdul Malik berpendapat, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pemangku kebijakan yang kurang progress dalam menjalankan tugasnya sebagai pemerintah disebabkan oleh mentalitas yang tak (mau) berubah. "Mentalitas itu berkaitan dengan sikap yang cenderung ingin memperkaya diri, tidak mau melihat jeritan masyarakat, cenderung pragmatis", tukasnya. Persoalan mentalitas seperti itu tidak hanya berlaku bagi pemerintah saja, melainkan juga masyarakat Banten secara keseluruhan, termasuk juga mahasiswa. Kalangan mahasiswa penting keterlibatannya bagi pembangunan daerah di provinsi Banten, namun sangat disayangkan, dewasa ini mahasiswa sebagai agen of change cenderung apatis, kebanyakan tidak mau membuka diri terhadap tanggung jawab sosialnya, "dari itu marilah kita bangkit, membangkitkan kesadaran bersama demi masa depan Banten", lanjut Abdul Malik saat memberikan materi dialog tentang mentalitas masyarakat Banten.

"Segala persoalan yang ada di provinsi yang kaya akan sumber daya alam di Banten ini tidak akan bisa  terselesaikan tanpa adanya kolektifisme", ungkap Sulyantarudin, Ketua Umum PKC PMII Banten. Kesadaran kolektif itu sangat penting, karena tanpa kebersamaan akan sangat sulit dalam mencapai percepatan pembangunan provinsi Banten, "pembangunan itu bukan hanya sebatas pembangunan material, melainkan pembangunan SDM, karakter juga mentalitas masyarakat Banten secara keseluruhan", lanjutnya disela-sela dialog sedang berjalan.

Sulyantarudin yang akrab disapa Mastur itu juga mengatakan bahwa kader-kader PMII Banten akan tetap fokus dalam mengawal pembangunan provinsi Banten, sebagai tanggung jawab moral-sosial PMII dalam memberikan kontribusinya terhadap warga Banten. (Jayen)